Out Bond Kids di Jurug

           Hari Kamis lalu, 19 April 2012, siswa PG dan TK berbondong-bondong naik bus menuju suatu tempat di daerah Bantul. Ternyata tempat itu adalah Desa Jurug. Di sana, para siswa mengikuti out bond dengan segala rangkiannya. Sampai di sana, anak-anak disambut oleh Keraton Adventure Team di sebuah masjid. Nah, masjid inilah yang dijadikan base-camp selama kegiatan berlangsung.
         Wah, kelihatannya menyenangkan ya. Iya, ternyata anak-anak sangat berkesan. Setelah memarkir tas dan perlengkapannya, anak-anak mencoba suasana di sektar. Wow, ada jaring laba-laba dari tali rafia. Namun, suara toa menghentikan langkah mereka. Pemandu menyerukan untuk membuat barisan berbanjar per kelas dan per kelompok. "Adik-adik sekalian, perkenalkan ya, nama kakak A-j-i, dibaca Aji". Begitu tutur Kak Aji ketika berkenalan dengan anak-anak. Sebuah semangat baru untuk memulai out bond ini, ketika anak-anak terasa akrab dengan para pemandu.
          Nah, acara pun dimulai setelah Ust Wijiastuti memberikan apersepsi. Anak-anak segera terbagi dalam 2 permainan. Kelas Nabi Ilyas dan Ibrahim mendapat permainan jaring laba-laba lebih dulu, sdangkan Kelas nabi Idris dan Nuh mendapat permainan mission impossible.
        Ketika berada di jaring laba-laba, ada beberapa anak yang terkena jaring tersebut, tapi itu tidak masalah, namanya juga anak usia dini. Di sisni anak-anak belajar berhati-hati dalam melakukan segala hal. Lalu, di saat mission impossible, ada 2 anak saja yang memerlukan motivasi agar mau matanya ditutup dengan kain walau hanya sebentar. Di sini anak-anak belajar merasakan sesuatu tanpa melihat dan mendengar.
            Tiba saatnya makan snack. Dengan rapi, anak menenpati teras masjid untuk makan snack bersama-sama. Melingkar dan berdoa bersama dalam kelompok kelas. Setelah kenyang, permainan pun dilanjutkan. Wah, ternyata menuju ke sawah. Terbayang suasana hati anak-anak ketika menjumpai sawah, khususnya bagia anak yang aktif.
           Berjalan sekitar 400 meter menuju sawah yang indah, membuat anak-anak semakin bersemangat. Nah, tiba memasuki permainan tali ukhuwah, 5 siswa ditutup matanya dan 5 lagi tidak. Mereka berbaris luus membuat banjar dan berjalan perlahan, siswa yang belakang meberikan instruksi supaya berjalan dengan benar. Wah,seru sekali ya . . .padahal kanan kiri mereka sawah. Belajar saling percaya kepada orang lain.
          Terus, ada juga permainan tarsan kota. Jadi, anak-anak diminta berayun seperti tarsan. Serunya. . ..Lalu berjalan lagi melewati pematang sawah, senangnya. Di sana sudah menunggu Kak Aji dengan banyak bola. Ternyata bola itu untuk permainan estafet bola dalam kelompok. Ada juga permainan isi air sampai penuh. Beberapa anak menutup lobang pada tabung tersebut. Dua permainan ini mengajarkan kepada anak agar bisa bekerjasama dengan baik dalam tim. Di akhir perjalanannya, anak-anak bebas mencebur ke air persawahan di aliran sungai kecil. Sesi ini yang paling digemari anak-anak. Mereka mengekspresikan seluruh perasaannya dengan berbasah-basahan di sana. Dan melihat beberapa sapi dan kambing di peternakan dekat masjid. Lalu anak-anak mandi bergantian, sholat berjamaah, makan siang dan pulang. Sebuah pengalaman dengan segudang kesan yang mendalam bagi anak-anak. Begitu pun bagi ustadzah yang ikut mendampingi berlngsungnya acara ini.