I LOVE JOGJA . . .

             Jum'at ini, tanggal 4 Mei 2012 terasa berbeda dari biasanya. Ada apa ya? Ternyata special day kali ini adalah special about Jogjakarta. Anak-anak mengenakan busana adat khas Jogja. Kebaya, surjan, beskap dan batik mewarnai kumpulan anak-anak PG dan TK. Duh senangnya melihat mereka mengenakan baju itu. Terlihat lucu dan berbeda dari biasanya. "Teeettttt . . ..teeetttt . . ", bel berbunyi tanda masuk. Anak-anak berbondong-bondong untuk berkumpul di halaman sekolah. Selesai berdoa bersama, mereka berbaris per kelas untuk diabadikan gambarnya. "Ceprett . . .ceprettt . . .". Mereka seolah-olah menjadi bintang, seperti dimas diajeng Jogja.
            Acara dilanjutkan dengan melakukan pawai di sekitar lapangan karang. Perjalanan ini dipersingkat, mengingat busana yang dikenakan anak, sehingga anak tidak terlalu ribet di jalan. Alhamdulillah, semua anak semangat. Ditemani kelas batita, Nabi Idris yang mengiringi dengan tabuhan drum band sederhananya.
           Belum selesai di sini,anak-anak berkumpul kembali di ruang kelas dan bergabung untuk mendengarkan apersepsi dari ustadzah tentang makanan khas Jogja. Mereka begitu antusias menyebutkan nama makanan tersebut dan tidak sabar lagi untuk menyantapnya, ada kipo, tiwul, bakpia, lanting dan yangko. Sebelum acara makan snack, bersama-sama anak menyanyi lagu "Gundul-Gundul Pacul".
            Istirahat pun berlangsung kurang lebih setengah jam. Hingga acara intinya, anak-anak diajak bermain dalam suasana Jogja yaitu beberapa dolanan seperti jamuran, engklek, bethet thing-thong, dakon, lompat tali dan pentas seni lagu-lagu Jawa. Anak-anak begitu menikmati tiap posnya.
            Serangkaian acara tersebut bertujuan untuk mendekatkan anak kepada budaya Jogja yang kini semakin meluntur dengan adanya teknologi komputer, bahkan game-game online yang sedang marak. Semoga tercipta rasa cinta yang mendalam terhadap Jogja, sehingga budaya tersebut tetap bersemi bak bunga bermekaran di musim semi.