Kunjungan ke Selaras Tas Batik

              Pagi yang cerah di hari Selasa, 5 Februari 2013, jajaran anak-anak TKIT Muadz bin Jabal 4 Keparakan yang berseragam olahraga berbondong-bondong memenuhi Gang Kemundung, Keparakan Lor, Yogyakarta. Sejumlah 35 anak berbaris rapi didampingi para ustadzah memulai perjalanan mereka. Panas matahari mengiringi langkah mereka menuju sebuah rumah produksi di kawasan Keparakan yang terkenal dengan Sentra Kerajinannya.                              
  "Assalamu'alaikum....", anak-anak berseru bersama di depan sebuah rumah, masuk gang sempit. "Yaa...Wa'alaikum salam....", jawab penghuni rumah tersebut. " Silakan masukk..!"
 Sambutan hangat dari pemilik rumah, menambah keakraban kami.
"Wah, tasnya banyak sekali yaa...", cetus salah seorang siswa.
"Iya, nanti kami ajarin cara membuatnya ya, anak-anak," seru pemilik Home industri "Selaras" itu.
Anak-anak sangat antusias menyaksikan proses pembuatnnya. Pertama, dibuat polanya dulu, di atas kain batik dan spon ati. Kemudian dijahit bagian dalamnya.Asyikkkk......anak-anak bersemangat membantu. Mereka diminta Si Pemilik untuk membantu membalik tas batik yang sudah dijahit. Ada pula yang membantu memotong pola spon ati didampingi ustadzah dan asisten dli sana. Semua anak ingin bergantian mengerjakan semuanya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, saatnya berlalu. Sebagai kenang-kenangan, masing-masing anak memilih satu buah tas yang akan dibawanya pulang, tentu saja dengan harga spesial. Wouw.....senangnya.
Saat berpamitan pun, anak-anak memberikan kenang-kenangan juga kepada "Selaras Home Industri", sebuah bingkisan manis. Diwakili oleh Ananda Mu'afi dan Ananda Yasmin.
Setelah berpamitan, rombongan siswa TKIT Muadz bin Jabal 4 Keparakan dan para ustadzah melanjutkan langkah kembali ke sekolah dengan berjalan kaki. Alhamdulillah, semua senang.